Satu hal yang terpikirkan oleh saya ketika mendengar kata
busan adalah Pantai… meskipun saya tau berbagai macam pantai-pantai yang indah itu ada
di Bali, namun saya belum pernah merasakan suasana pantai di Negara lain. Hmm…
seperti apa ya?
Kami berangkat ke seoul station pukul 11.00, perjalanan yang kami
tempuh dari Seoul ke Busan menaiki kereta KTX adalah kurleb 3jam, dengan kecepatan
300km/jam. Kecepatan kereta ini mirip dengan kereta bullet train sinkansen di
jepang itu. Kalo dengan train yang biasa perjalanan bisa 5-6jam.
 |
| tiket KTX menuju busan |
 |
| dalam kerta KTX, mirip kayak di cabin pesawat |
 |
| welcome to Busan Station |
BUSAN
Sesampai di Busan, saya terkesima dengan banyaknya kapal
kapal container besar di sekitar stasiun.
Benar-benar pemandangan yang kontras berbeda dengan seoul. Di sekitar
stasiun juga masih banyak gelandang a.k.a tuna wisma yang tidur di jalanan. (tp gelandangannya
masih terlihat bersih dan rapi). Banyak ahjuma2 a.k.a ibu-ibu yang duduk
santai dengan dandanan khasnya yang sering saya lihat di drama korea (baju
training + jaket warna-warni + topi lebar) hihihi… beda jauh sama dandanan
orang seoul yang lebih fashionable.
Sebelum saya menjelajah kota busan, saya menuju ke tempat
informasi untuk menanyakan beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi, dan
bertanya tentang transportasi menuju ke hotel kami di Novotel Haundae Beach
Kami memilih menaiki subway untuk menuju ke hotel. Karena
lebih cepat dan murah. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 1.5 jam. Begitu
keluar dari stasiun haeundae kami sudah dapat mencium aroma khas pantai, angin
yang dingin dan sejuk, hangat matahari sunset yang berwarna orange, dan turis
mancanegara.
 |
| suasana pinggir jalan menuju pantai, keliatannya panas, padahal anginnya dingin bgt |
 |
| pemandangan dari jendela atas hotel |
 |
| Pantai Haeundae |
Melihat suasana ini saya jadi jatuh cinta dengan kota kecil
ini. Sambil berjalan dorong stroller, Saya sangat menikmati melihat café dan
restaurant di sepanjang jalan menuju hotel ini. Udara semakin sore semakin
dingin, saat itu sekitar 15 drajat. Meskipun ada matahari yang cerah dan terang
di dekat pantai, tapi angina yang bertiup sangat dingin. Jadi di sekitar area
pantai ga ada orang yang berpakaian bikini. Apalagi berenang, Hehehe..
Setelah check ini di Novotel, kami berjalan jalan sekitar
pantai dan mencoba mengunjungi mall terbesar di Busan, Shinsagae Mall. mall ini
tersambung oleh subway, dan sangat besar, saya sampe bingung dimana jalan
keluar mall, ga ketemu pintu keluar, mau baca tulisan exit pake tulisan korea
semua, ga ngerti huhu…
 |
| hotel novotel Busan |
 |
| ini telpon umum tapi dijadiin aquarium, iklan provider di Korea |
 |
| Yuko di Pantai Haeundae, Busan |
 |
| jualan apa ya ini? |
Niat nya pengen liat Gwangali Beach yang ada rainbow bridge,
tapi karena mobile wifinya lobet dan mati, seketika kami kehilangan arah,
mencoba bertanya ke petugas subway tapi tetep ga ketemu Gwangali beachnya,
malam semakin dingin dan memilih kembali ke hotel. Hiks….
Makan malam di sekitar hotel banyak menawarkan restoran siap
saji, bar, café, dan banyaaaak banget convenient store. Tingga pilih sesuai
budget. Kami melihat ada Bonchon, ada yang pernah makan ayam goreng ini? Si Mas
suka banget sama ayam goreng khas bumbu korea ini. Kalo di Indonesia, konsep
retaurantnya mirip banget kyk KFC, family resto gitu. Karena kami lumayan
sering makan Bonchon di Jakarta jadi kami PD utk masuk ke restorannya sambil
bawa yuko dan strollernya. Restorannya ada di gedung lantai 7 (kalo ga salah
inget) satu lantai 7 itu isinya Bonchon semua jadi begitu liftnya kebuka udah
langsung restorannya. Pas lift kebuka saya agak heran, kok gelap? Saya sempat
nanya ama staff restoran “ini masih buka ga ya? kok gelap?” tanya saya ke staff. Petugasnya
dengan wajah bingung bilang “iya kita masih buka sampai malam”, kemudian saya
masuk kedalam ruangan kok masih gelap. clingak-clinguk (saya mencari mana suasanya lampu terang
dan tempat pesan ala KFC nya). Saya liat keatas ada lampu disko. Saya toleh ke
kanan, ada meja bar yang panjang, tempat minuman alcohol. Seketika saya sadar
ternyata Bonchon di Busan ini konsepnya Bar and Club. Judulnya aja Bonchon
Chicken and Bar. Hehehe… (saya baru ngeh pas baca judulnya) karena udah
terlanjur masuk tengsin dong kalo keluar lagi, jadi ya mencoba menikmati music disko
dan suasana bar ini.
 |
| ada bonchon di seberang hotel |
 |
| naik lantai 6 |
 |
| ternyata oh ternyata, ini sebuah bar & pub |
 |
| makananya juaraaaa..!! |
 |
| yuko and the french fries |
 |
| jual tquilla!! |
 |
| yuko bingung tempatnya gelap |