Sabtu, 30 Januari 2016

DAY 2 GYEONGBOKUNG PALACE - TOSOKCHON - BUKCHON HANOK VILLAGE - INSADONG - MYEONGDONG lagi

Senin, 24 mei 2015

Setelah beres suapin sarapan buat yuko akhirnya kami keluar apartment menuju GYEONGBOKUNG PALACE pukul 10. Kami naik subway menuju stasiun gyeongbokung palace, line 3, exit nomor 5. Keluar dari stasiun ikuti saja kerumunan turis2, pasti mereka tujuannya ke istana yang sama. Bagi yang bawa wheel chair atau baby stroller ada lift yang langsung mengantar kita ke seberang jalan istana, memang keluar melalui lift ini selalu membuat saya bingung. Tapi kalo ada pocket wifi sih sangat sangaaatttt membantu.

kerumunan turis yang mau ke istana geongbokkung

samping gate gyeongbokkung

GYEONGBOKUNG
Istana ini adalah tujuan wisata yang sangat popular bagi turis yang datang ke seoul. Kami tidak memasuki istana hanya berfoto di bagian luarnya saja. Karena sejujurnya kami lebih tertarik ke restaurant yang terkenal di dekat Gyeongbokung palace ini, namanya Tosokchon Samgyetang yang artinya Sup Ayam Gingseng (mungkin ya… hehehe), sup ayam gingseng sebenernya bisa ditemukan dimana aja di sekitar seoul, tapi yang paling
legend dan popular dan paling panjaaaaaaaaaang antreannya itu disini. Kabarnya petinggi2 seperti mantan president Korsel juga rajin dating ke tempat ini untuk menikmati menu spesialnya. Jadi penasaran kaann, yuk cobain..

wefie at gyeonngbokkung
foto wajib hehe...
si Mas sama si unyil


TOSOKCHON
menuju ke tempat ini kalo ga pake google maps mungkin akan sedikit memakan waktu alisan akan tersesat. Hehe.. karena masuk gang-gang kecil. Tapi karena dibimbing jalan ke arah yang benar oleh Gmaps, jadi hanya 10-15mnt jalan kaki dari Gyeongbokung.

Begitu sampai di Tosokchon jam 1 pas makan siang, antreannya bok… panjang bingit, mana panas! Si Mas nya udah mulai mengerutkan dahi dan mulai ngelirik restoran lain untuk berpaling. Tapi karena saya penasaran dengan rasa restoran ini jadi saya rayu untuk bersabar mengantri panas-panas (yang akhirnya dikasi payung ama staff restoran biar ga kepanasan), tempatnya gede, jadi walaupun antreannya panjang tapi cepet kok, sekitar 30 menit udah dipersilahkan masuk.

antreannya boookk! ngajak berantem panas panas gini... (tosokchon)

dengan sabar ikut mengantri (tosokchon)
Suasanya restorannya tradisional banget, rumah ala korea gitu. Duduknya lesehan dilantai kayu, dengan meja khas tradisional korea. Yuko malah tidur.
ini harga makanannya, cukup mahal tapi memang isinya sesuai dengan harganya..
suasana rumah traditional korea
si unyil nya malah bobooo.. hehe
Harga makanannya cukup mahal tapi, ya sesuai dengan isinya; ayamnya mak nyossss… lembut banget dagingnya rontok dari tulang. Tapi saya agak terganggu ama rasa gingsengnya. Tau kan rasa gingseng, kayak tanah gitu rasanya. Hehe.. tapi karena ini sangat menyehatkan jadi makan aja deh. Porsi makanan ini menurut saya nampol bgt. Ga kuat ngabisin sendiri. Setelah diubek-ubek dan diicip-icip isinya itu ada ini:
- ayam korea 1 ekor (ukurannya mirip kyk ayam kampung)
- nasi (lebih mirip nasi ketan atau nasi buat sushi itu)
- gingseng yang usianya 4thn
- kacang kastangel
- kurma cina
- bawang putih (ciri khas bgt ni masakan korea pasti ada ini)
- jahe
- kacang kedelai (ga yakin kacang kedelai tapi bentuknya mirip)
- biji wijen
- biji labu
- kuaci
- dan biji biji lainnya

nah itu semua jadi satu dalam satu mangkok, nasinta dimasukin di dlm badan si ayamnya, kuahnya bikin badan jadi angeeeetttt bgt. Saya pikir ini pasti akan enak banget dimakan saat musim salju atau musim dingin, tapi ternyata orang korea bilang makanan ini lebih di cari saat musim panas, karena musim panas di korea itu melelahkan. Dan makanan ini bisa nambah power lebih pas musim panas…
sebelum makanannya dateng, kita dikasi teh dan wine gingseng (very strooong dan pait!! tapi bgs buat kesehatan)
satu mangkok ini keliatan aja kecil, tapi pas di aduk ternyataaaa dalem, isinya ayam 1 ekor + nasi + dll
si Mas cobain yang ayam item, ga tau kenapa bisa item, tapi yang ini lebih soft ayamnya
selalu ada kimchi, kimchinya ambil sendiri di pot yang udah ada diatas meja. kimchi sawi & kimchi lobak. coba kalo ada cengek nih pasti makin endesss

BUKCHON HANOK VILLAGE
Perut kenyang kami siap untuk berkeliling lagi. Tujuan kami selanjutnya ke bukchon hanok village. Masih disekitaran Gyeongbokkung palace, naik subway sebentar turun di anguk stasion keluar exit no.2, saya ikut orang orang yang jalan kaki menuju tempat keramaian dan sampailah di hanok village. Rumah rumah trasional korea peninggalan dinasti jeoson. Sepanjang jalan ini banyak café, toko kecil yang menjual kerajinan tangan, dan butik.
Nothing much to do here, hanya berfoto2 dan bersantai di café.

banyak turis yang menuju hanok village
streetfood di sepanjang jalan menuju hanok village, cute yah :)

masi bobo aja...

INSADONG
Tujuan kami selanjutnya adalah insadong. ini tuh kayak jalan di popies di kuta, unik deh, dari ujung ke ujung isinya toko souvenir, café, restaurant, gallery seni, pertunjukan seni, streetfood, dan banyak lainnya. Rame dan seru karena banyak pertunjukan dari seniman dan musisi korea.

shop gallery di insadong

sepanjang jalan di insadong, mirip seperti di myeongdong, dsini lebih banyak yang jual souvenir


butik butik local brand korea

eh akhirnya bangun juga si unyil

gate depan insadong, iconic!
murmer tapi teteeep masih lebih murah di ITC




Tidak ada komentar:

Posting Komentar