Kamis, 31 Desember 2015

DAY 5 MACAU, SENANDO SQUARE, ST RUINS, MACAU FISHERMAN WHARF, Back TO HK , taste local food

saya dan keluarga hanya menginap semalam di venetian macau. pagi pagi saya check out hotel. kembali ke mall untuk menikmati sarapan ala mall hehe, dan berfoto-foto lagi dengan indahnya venetian mall ala venice ini.

dia mondar mandir minta difoto, dan bersedia foto bareng :D
penyanyi dan pengayuh perahu

setelah puas berfoto, saya pergi ke senando square dengan taksi, tidak jauh, hanya sekiar 15-20 menit.    jika anda menginap di grand lisboa akan lebih dekat untuk ke tempat ini. Bentuk bangunan dan area senando square ini mengingatkan saya seperti di piazza di spagna, Italy, segalanya masih kental dengan sentuhan eropa.

senando square




saya mengikuti jejek keramaian orang orang yang berjalan menuju st.ruin. berjalan seperti di sebuha gang sempit yang dipenuhi keramaian wisatawan berkunjung. ada snack yang wajib kalian nikmati disini, namanya eggtart. tidak sulit untuk menemukannya, karena di sepanjang jalan menuju st.ruin banyak orang berjualan eggtart ini. bahkan KFC punya menu snack ini juga.


gang kecil menuju st.ruins




egg tart wajib di icip kalo lg di macau

tujuan berikutnya kami menuju ke fisherman wharf, ini adalah sebuah theme park pertama di macau. bangunannya tetap bertema eropa: coloseo di roma (coloseumnya roma), tidak banyak yang saya lakukan dsini selain berfoto-foto. saya mampir kesini karena tempat ini dekat sekali dengan pelabuhan macau yang akan membawa saya kembali ke hongkong. saya berjalan kaki menuju ke pelabuhan tidak jauh sih, tapi lumayan juga bikin kaki pegel hehehe...

fisherman wharf macau




sampai di hongkong saya sudah menghubungi beberapa teman saya berwarga negara ghuang zhou untuk mengunjungi saya di hongkong. dan berbaik hati membawa saya untuk menikmati kuliner lokal.

says memberitahu bahwa saya tidal boleh makan babi, jadi mereka membawa saya ke sebuah restoran kecil yang ramai, yang sangat terkenal dengan makanan localnya, saya lupa apa namanya dalam bahasa mandarin, tapi rasanya seperti rendang sapi kuah, namun dagingnya begitu lembut.

local food HK

teman teman dari ghuang zhou




setelah main course saya diajak kuliner menikmati dessert yang sangat terkenal di HK. dari kejauhan saya melihat banyak tumpukan mangkok kecil, dan restorannya sangat antre panjang. sebenernya saya pernah melihat restoran dengan tumpukan mangok putih dan natrean panjang ini di macau senando square. tapi saya ga berani coba takut ga halal. ternyata itu adalah puding susu. pudingnya pun tidak seperti puding biasa. puding ini lembut tidak kenyal, seperti susu cair, namun tidak pecah. bisa dimakan dalam keadaan hangat atau dingin. saya memesan yang dingin, karena saya pikir puding lebih enak dimakan dalam keadaan dingin, namun ternyata yang hangat jauh lebih nikmat. hehehe.

daftar menu pudding susu

puding susu
setelah perut kenyang, kami berkeliling mencari souvenir dekat area hotel untuk dibawa pulang.

DAY 4 NGONG PING VILLAGE via SKY TRAIN, BIG BUDHA, leaving for MACAU via Ferry Terminal

itinerary kami hari ini mengunjungi ngongping village yang letaknya di lantau island. Untuk pergi kesana kami memilih menggunakan kereta sampai stasiun tung chung lalu disambung kereta gantung yang jaraknya bisa ditempuh lebih cepat, sekitar 30 menit. Malamnya perjalanan kami lanjutkan menuju ferry terminal untuk pergi ke Macau.


Udara pagi ini sangat cerah, namun tidak ada terik panas matahari, sangat ideal untuk berpergian keluar kota menikmati pemandangan. karena nanti malam kami akan menginap di Macau, maka kami mempersiapkan baju dan perlengkapan untuk menginap semalan dengan tas backpack. koper dan lain lain tetap kami tinggalkan di Hotel. Perjalanan kami menuju Tung Chung station ditempuh dengan
 kereta metro.

Udara sejuk, kering dan cerah!

Sampai di Tungchung, City Gate kami makan siang dan berbelanja, karena disini ada FO toko sepatu adidas yang modelnya ga ada di Indo. harganya pun jauh lebih murah. hihihi.... Sepatunya langsung di pake sama Yuko



berjalan sedikit 15 menit menuju stasiun kereta gantung (cable car), ada dua macam tipe kereta, kereta standart, dan kereta kristal (lebih mahal), pengunjung dapat memilih pergi denga kereta kristal, pulang dengan kereta standart. Karena pengunjung cukup ramai. Saran saya pergi menggunakan kereta standart, pulang menggunakan kereta kristal, karena pada saat pergi kereta kristas penuh, pulang kereta standart sangat penuh. 

satu kereta bisa diisi 6 penumpang, kalo lagi sepi bisa berduaan.. hihi makanya ikuti saran saya, pergi dengan kereta standart, pulang dengan kereta kristal. dijamin pulang pergi kereta hanya milik berdua. hehehe...


ngilu pas liat ke bawah hehe..





30 menit naik cable car, sampai juga di ngong ping village, perjalanan kami menuju big budha. Ada ratusan anak tangga untuk menuju ke Big Budha, persiapkan kaki anda! haha.. Di desa ini sangat menarik, kehidupan budaya cina terlihat dari arsitektur, dekorasi dan alamnya. 

di sepanjang jalan menuju big Budha, kami di manjakan dengan beberapa toko souvenir, dan restoran kecil. banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi di village ini. Kunjungi walk tour ngongping village jika ingin tur lebih dalam: walk tour




pameran cable car dari seluruh dunia
budhanya udah keliatan dibelakang kami


Sesampai di big budha says mengurungkan niat untuk menaiki tangga sampai atas. karena kaki lelah abis ngejar-ngejar yuko. hehe.. save tenaga buat perjalanan pulang dan perjalanan ke Macau.



photo by tripadvisor
photo by china daily.com


foto aja deh di dpn big budha
ada banyak tempat yang seharusnya bisa saya kunjungi diarea sini, namun karena keterbatasan waktu mengejar jam cable car pukul 5 sore, jadi saya buru buru kembali ke stasiun tung cung dungeon cable car. Perjalanan kembali ke tungcung kami pilih menaiki standar car, dan ternyata antreannya lebih panjang ketimbang antrean kristal car. huhu..

dari tungchung kami menuju ke ferry terminal, beli tiket on the spot. jangan khawatir kehabisan tiket, karena jadwal pemberangkatan ada setiap 60 menit, dan on time! saya sempat santai karena saya pikir akan delay, melihat gate belum dibuka. ternyata saya yang salah menunggu gate. 10 mnt sebelum berlabuh saya lari-lari menuju kapal. dan setelah masuk pemeriksaan ternyata yuko anak saya 2thn harus bayar tiket setengah harga. bolak balik lagi lari lari beli tiket kapal. sampe ngos ngosan hampir mau pingsan, hehe. takut terlambat dan tiketnya hangus. untungnya keburu. perjalanan ferry hanya


pelabuhan hongkong

turbojet, kapal ferry menuju macau

setelah 60 menit, kami sampai di macau. disambut dengan banyak tulisan berbahasa Portuis, karena Macau bekas jajahan Portugis, maka bangunan arsitektur dan tulisannya pun masih bergaya dan berbahasa Portugis. ohya perlu diperhatikan kalau ke macau ada 2 pelabuhan, ada yang ke Taipa ada yang ke Macau. saya pilih yang ke Macau, karena banyak bus hotel yang bisa ditumpangi gratis meskipun tidak menginap di hotelnya. Saya menaiki bus venetian, akrena saya akan menginap di hotel venetian. hotel dengan mall terbesar di macau. 
bus menuju ke venetian hotel
tinggal pilih mau naik bus yang mana, semuanya gratis, tapi turunnya sesuai nama hotelnya. hehe
pilih mau naik bus yang mana
Dan ketika sampai di venetian saya yang tadinya sudah lelah, ngantuk ingin tidur jadi semangat lagi ketika melihat betapa megahnya hotel ini. eksteriornya tidak terlalu istimewa, justri interiornya yang membuat saya tidak ingin tidur padahal waktu sudah pukul 12mlm. seperti berada di sebuah kota  venice dan bangunan interiornya bergaya eropa. kami check in kamar, meletakkan barang ke kamar dan turun ke bawah lagi untuk melihat isi mall.

indah banget yang ini di dalem mall seperti di kota

yang mau naik ini juga bisa, yang mendayung perahu sambil nyanyi2 lagu berbahasa italy


ini tempat shootingnya Lee Min Ho

setelah berputar-putar keliling mall yang tenantnya udah pada tutup, akhirnya kami kembali ke kamar untuk mandi dan istirahat. karena esok harinya kami berencana untuk mengunjungi senando square yang terkenal dengan runtuhan gedungnya. yang bernama st.ruin. ini beberapa penampakan kamar paling standart di venetian. luassss bgt ketimbang hotel hotel di hongkong.